26 tahun.. benar, beberapa bulan lagi aku menginjak usia 26
tahun. Rasanya baru saja kemarin aku di OSPEK. Nyatanya aku sudah jadi sarjana
saja. Sebagai mantan mahasiswa yang lulus tidak tepat waktu alias molor, waktu
lulus sudah bukan lagi usia senang2 untuk menikmati kelulusan. Aku lulus tahun
lalu, nyaris DO.
Seusainya sarjana, bingung melanda, mau jadi guru tapi gajinya
nggak manusiawi, mau jadi pengusaha tapi merasa belum cukup ilmu, belum lagi
modal. Selama ini aku hidup dengan kerja serabutan. Kadang menjahit, kadang
merias, kadang menghenna, apa saja yang penting aku bisa menyelesaikan
sarjanaku dan aku bisa makan untuk sehari-hari.
Beberapa bulan ini sedang sepi job, tapi aku nekat untuk
investasikan semua tabungan buat olshop. Beruntung aku bisa jahit, jadi belum
ada ongkos produksi yang aku keluarkan. Tapi konsekuensinya aku tidak menerima orderan.
Tabungan mulai menyusut waktu aku mulai bayar jasa fotografer dan model, belum
lagi aku bayar endorse. Huh…
Sebulan kemudian, kembali aku ditagih uang kost. Hidup ini
keras kawan. Mungkin kalian mikir, kenapa nggak balik kampung aja, di kampung apa2
murah, ngga perlu mikirin besok makan apa/mau ngirit gimana, semua sudah
tersedia. Kalau hidup cuma sekedar makan dan minum jelas aku hidup. Tapi bukan itu. Masih ada mimpi kecil
yang belum terwujud, aku ingin hidup layak.
Punya rumah sederhana dipinggir kota, punya usaha yang bisa
menghidupi keluarga, bisa mandi dengan air bersih, bisa menjadi donator pembangunan
masjid. Ah… nyatanya aku kalah dengan seorang sdtt (sekolah dasar tidak tamat)
yang sekarang punya tanah sak amban-amban,
punya ternak dimana-mana. Ah… rumput tetangga memang selalu Nampak lebih hijau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar